Rabiatul Adawiyah pernah berkata, 

"Istighfar kita perlu kepada istighfar lagi seandainya istighfar kita hanya dengan lidah sahaja, tidak disertai dengan hati."

Istighfar ni suatu doa. Doa mohon ampun. Simple pun doa juga.

"Sesungguhnya doa yang paling utama adalah doa yang keluar dari hati yang bersungguh-sungguh dan tekun. Itulah doa yang didengar dan diterima, walaupun doanya sedikit." (HR Al-Hakim)

"Tidaklah menetapi dosa orang yang beristighfar" (HR Abu Daud & Tirmidhi)

Maknanya, walaupun sebut "Astaghfirullahaladzim" je pun, hati pun kena seiring dengan lafaz di bibir. Bukannya bibir melafaz, hati tak ingin. Hati menidakkan.

Istighfar bunyinya satu. Tapi sebenarnya dua :)
Satu di bibir. Satu lagi di hati. Orait?




..nota hati..


:) Moga Allah redha.










1 Mujahid & Mujahidah Tinggalkan Pesan:

ana fatihah said...

Astaghfirullahal a'zim..
Terima kasih atas perigatan. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...